Gedung Chartered Bank Of India, Australia
China
DUNIA DALAM GURATAN SKETSA
Jumat, 25 Mei 2018
KONSERVASI ARSITEKTUR. Tugas 1 Deskripsi Objek Konservasi
Rabu, 23 Mei 2018
KONSERVASI ARSITEKTUR (Prakata)
Apa itu Konservasi Arrsitektur?
Apa itu konservasi arsitektur? Pertanyaan tersebut merupakan
pengantar yang tepat sebelum bagi seorang arsitek melakukan sebuah konservasi
terhadap karya arsitektur (bangunan). jadi apa sebenarnya pengertian konservasi
dalam arsitektur? Konservasi adalah kegiatan yang berhubungan dengan intervensi
fisik terhadap bahan atau elemen bangunan (bersejarah) yang ada untuk
meyakinkan kesinambungan integrittas secara structural. (Udjianto Pawitro-2015)
Pengertian lain :
Konservasi merupakan upaya atau tindakan untuk mencegah
kerusakan atau memperpanjang usia suatu bangunan tua atau kawasan bersejarah. Tujuann
sebuah konservasi menurut Burra Charter dari ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) yaitu sebuah kegiatan
konservasi hendaknya mampu mempertahankan, memperbaiki atau memperlihatkan
sebanyak mungkin jejak sejarah pada suatu objek bersjarah apakah itu bangunan
atau artefak.
Menurut Danisworo 1995: ”Konservasi adalah upaya untuk
melestarikan, melindungi serta memanfaatkan sumber daya suatu tempat, seperti
gedung-gedung tua yang memiliki arti sejarah atau budaya, kawasan dengan
kepadatan pendudukan yang ideal, cagar budaya, hutan lindung dan sebagainya.”
Apa Manfaat Konservasi?
Konservasi memiliki beberapa manfaat (Tungka, 2015)
diantaranya adalah sebagai berikut :
a.
Pelestarian lingkungan lama yang akan memperkaya
pengalaman visual, menyalurkan hasrat kesinambungan, memberikan tautan makna
dengan masa lampau, memberikan pilihan untuk tetap tinggal dan bekerja di dalam
bangunan yang merupakan bagian dari lingkungan lama.
b.
Lingkungan lama akan menawarkan suasana permanen
yang menyegarkan ditengah perubahan yang sangat pesat seperti sekarang ini.
c.
Upaya-upaya untuk mempertahankan bagian kota yang
dibangun dengan skala akrab jika dibandingkan dengan pembangunan baru akan
menghadirkan sense of place, identitas
diri dan suasana kontras
d.
Kota dan lingkungan lam merupakan asset terbesar
dalam wisata internasional, sehingga perlu dilestarikan
e.
Merupakan sebuah upaya generasi muda masa kini
untuk bisa melindungi dan menyampaikan warisan kepada generasi mendatang dengan
memperlihatkan bukti fisik.
f.
Membuka kemungkinan untuk setiap manusia untuk
memperoleh kenyamanan psikologis
g.
Membantu terpeliharanya warisan arsitekttur yang
dapat menjadi catatan sejarah masa lampau yang melambangkan keabadian,
kesinambungan dalam keterbatasan masa hidup manusia.
Penggolongan Bangunan Cagar Budaya
Bangunan cagar budaya jika dilihat dari nilai srsitektural
dan nilai kesejarahannya dapat dibagi menjadi tiga golongan, antara lain
Golongan A, Golongan B dan Golongan C. hal tersebut sesuai dengan Perda no. 9
Tahun 1999 Tentang Pelestarian dan pemanfaatan lingkungan dan Cagar Budaya.
a.
Pemugaran Bangunan cagar Budaya Golongan A
·
Bangunan dilarang dibongkar atau dirubah
·
Apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh,
terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun
kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya
·
Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus
menggunakan bahan yang sama/ sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan
mempertahankan detail ornament bangunan yang telah ada
·
Dalam upaya revitalisasi adanya penyesuaian/perubahan
fungsi rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya
b.
Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan B
·
Bangunan dilarang dibongkar secara sengaja, dan
apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak
dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai
dengan aslinya
·
Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus
dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap, dan warna serta dengan
mempertahankan detail dan ornament bangunan yang penting
·
Dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi
dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak mengubah struktur
utama bangunan
·
Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya
dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh
dengan bangunan utama
c.
Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan C
·
Perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap
mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan
·
Detail ornament dan bahan bangunan disesuaikan
dengan arsitektur bangunan disekiitarnya dalam keserasian lingkungan
·
Penambahan bangunan didalam perpetakann atau
persil hanya dapat dilakukan dibelakang bangunan cagar budayayang harus sesuai
dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan
·
Fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan
rencana kota.
Contoh Bangunan Cagar Budaya yang telah dikonservasi. Bangunan yang dimaksud dibawah ini adalah Gedung Arsip Nasional. Arsitek yang melakukan konservasi adalah Bapak Han Awal (Alm.)
Sumber :
- sumber foto random google
Senin, 29 Januari 2018
FASADE PERPUSTAKAAN INDONESIA
Arsitektur Modern dan Kontekstual
Perubahan dunia menjadi
lebih modern tidak hanya mendorong perubahan gaya hidup masyarakat. Namun,
dalam berasitektur seorang arsitek kinisudah sangat berani dan lugas dalam
mengungkapkan ide(isi kepala) menjadi sebuah gagasan desain yang sangat menarik
dan tampil beda dari yang telah ada sebelumnya. Tampil beda membawa perubahan
yang baru, memberi warna serta rasa yang baru dalam berarsitektur.
Berarsitektur hari ini sudah tidak lagi hadir dengan mengikuti asas kelaziman
sepenuhnya. Berrsitektur hari ini adalah sebuah kebebasan dalam mengolah ide.
Adalah Budiman
Hendropurnomo, seorang arsitek asal asal kota malang. Budiman hendropurnomo
pernah menempuh Pendidikan arsitektur di Australia kemudian berkesempatan
bekerja pada sebuah konsultan arsitek Australia yaitu DCM Architect. Tempatnya
bekerja dahulu sangat mempengaruhi karya-karya yang dihasilkannya hingga saat
ini.
Budiman dengan studio arsitekturnya
yang bergaya modernisme membawa kesegaran, aroma baru pada arsitektur di
Indonesia. Modern arsitektur memiliki arti arsitektur yang didominasi oleh
material-material pabrikasi pada designnya, seperti material kaca, maupun beton
pabrikasi. Tidak hanya itu dalam desainnya budiman hendropurnomo juga tetap
memunculkan nilai green dalam karyanya, serta unsur budaya selalu digunakan
olehnya. Sehingga, meskipun karya yang dihasilkan modern dan kekinian namun
tetap memunculkan karya yang sustainable. Ini pula yang dapat kita temui pada desain
Perpustakaan Universitas Indonesia-Depok.
Perpustakaan Universitas
merupakan salah satu pepustakaan besar yang ada DI Indonesia. Pepustakaan ini
dibangun pada tahun 2009 dan diselesaikan pada tahun 2011, dengan luas 28.900 m
persegi. Didesain menyerupai barisan batu prasasti yang banyak ditemui di berbagai
daerah di Indonesia. Dari kejauhan bangunan perpustakaan terlihat seperti
bangunan yang berdiri disebuah perbukitan hijau. Nilai itulah yang diangkat
menjadi nilai budaya local dalam desain perpustakaan yang terlihat modern ini. Bangunan
perpustakaan berdiri di lahan seluas 2,5 hektar dapat menampung 10.000
pengunjung sekaligus.

Tidak hanya itu untuk menambah nilai estetis fasade perpustakaan,
di sekeliling bangunan perpustakaan ini diberikan tanaman rumput sebagai
penutup atapnya. Dengan adanya akses hijau dari rumput pada fasadenya, semakin
menguatkan bangunan perpustakaan ini sangat sustainable dan ramah lingkungan. Keberadaan
warna hijau pada fasade nya menjadikan bangunan perpustakaan ini sangat adaftif
terhadap lingkungan sangat kontekstual. Desainnya yang modern dan berbeda dari
bangunan-bangunan lain yang ada di sekitarnya tidak menjadikan bangunan
perpustakaan ini berbeda konteks dengan lingkungan kampus yang sangat hijau dan
asri. Bangunan yang yang bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya ini
semakin menegaskan cerita yang ditampilkan bahwa perpustakaan ini adalah
bebatuan prasasti yang bediri disebuah perbukitan nan hijau.
Sebagai estetika lain
pada bangunan ini, pada atap rumput diberikan akses garis dengan pola menyilang
yang tidak beraturan. Garis ini adalah jalur air yang berfungsi untuk
mengalirkan air hujan ketika terjadi hujan. Jalur air ini merupakan parit/selokan
yang terbuat dari bahan kaca. Jalur aliran air ini merupakan jalur air yang
sangat multifungsi, karna selain merupakan estetika jalur air yang terbuat dari
kaca ini juga berfungsi sebai jalur cahaya matahari masuk ke dalam bagian
interiornya, sebagai sumber pencahayaan alami ruangan.
Sebagai pelengkap desain,
pada area perpustakaan terdapat pohon besar yang telah brumur puluhan tahun,
yang sengaja tidak ditebang untuk menambah kesan ramah lingkungan pada bangunan
Perpustakaan. Keberadaan pohon besar ini memberikan hawa sejuk serta teduh bagi
pengunjung yang hadir, ditambah dengan suasana danau yang asri semakin
mempercantik perpustakaan ini.
Kamis, 15 Juni 2017
SPLENDID CHINA
Splendid China - Folk Culture Villages dulunya adalah dua tempat indah di Overseas China Town oleh Shenzhen Bay, dan terintegrasi sebagai satu di tahun 2003. Ini adalah taman miniatur terbesar dan terlengkap di dunia, yang mereproduksi hampir 100 tempat wisata terkenal di China dan 25 full- Skala etnis desa. Di sana, seseorang dapat memiliki pelajaran menyeluruh tentang 5.000 tahun sejarah China dan menghargai pemandangan indah dari seluruh negeri dalam satu hari.
Jika Anda ingin memiliki pandangan menyeluruh tentang atraksi utama di China, distrik Splendid China harus menjadi pilihan Anda. Di sana, Anda bisa menemukan 82 miniatur terperinci dari situs terkenal dari seluruh negeri. Kebanyakan dari mereka diperkecil dengan rasio 1:15. Lebih dari 50.000 sosok tanah liat kecil hidup ditempatkan di sekitar lokasi, seolah-olah mereka telah tinggal di sana selama bertahun-tahun. Selain tempat bersejarah dan indah, Anda bisa menemukan banyak rumah rakyat di sini, di mana perayaan rakyat, lagu, dan tarian dilakukan. Ada juga blok bisnis di dekat pintu gerbang taman hiburan, mengikuti gaya antik dengan workshop kerajinan tradisional dan makanan ringan.
Desa Budaya Rakyat
Sebagai tambahan untuk kelompok Han terbesar, ada 55 etnis minoritas di China, tersebar di banyak wilayah di negara ini. Hampir tidak mungkin mengagumi arsitektur, aktivitas rakyat, dan makanan ringan dari kebanyakan minoritas selama satu hari perjalanan. Desa Folk Culture, di sebelah barat Splendid China, akan membantu Anda mewujudkan impian ini. Dua puluh lima desa unik dari 22 minoritas telah direproduksi di sana dengan rasio 1: 1. Di sana, Anda tidak hanya bisa melihat rumah rakyat kelompok etnis tapi juga mengikuti festival menarik mereka, dengan yang paling khas diperkenalkan sebagai berikut:
Desa Bouyei, adalah dunia batu yang indah dengan perabotan sederhana, seperti meja, kompor, dan baskom semua terbuat dari batu. Orang Dai terutama menghuni Provinsi Yunnan, dimana iklimnya cocok untuk menanam bambu. Anda bisa menyebut desa mereka 'kebun bambu' untuk sebagian besar rumah mereka, seperti balok, ubin, dan atap terbuat dari tanaman hijau ini. Mereka tinggal di rumah panggung yang didukung oleh stok kayu. Tempat tinggal utama berada di lantai dua, dan lantainya diliputi serpihan bambu. Mongol umumnya dikenal sebagai 'suku berkuda' karena kebiasaan hidup mereka yang nomaden. Orang Mongol tinggal di yurt, yang tidak hanya sejuk di musim panas tapi juga hangat di musim dingin, dan mudah dipasang atau dibongkar.
Tidak peduli desa mana yang Anda kunjungi, anak laki-laki dan perempuan akan menyambut kedatangan Anda dengan hangat. Jika Anda datang pada waktu yang tepat, Anda akan dapat bergabung dalam festival unik mereka, seperti Festival Memercikkan Air Dai, Festival Obor Yi, dan Festival Pisau Goreng Lisu.
Desa Budaya Rakyat
Sebagai tambahan untuk kelompok Han terbesar, ada 55 etnis minoritas di China, tersebar di banyak wilayah di negara ini. Hampir tidak mungkin mengagumi arsitektur, aktivitas rakyat, dan makanan ringan dari kebanyakan minoritas selama satu hari perjalanan. Desa Folk Culture, di sebelah barat Splendid China, akan membantu Anda mewujudkan impian ini. Dua puluh lima desa unik dari 22 minoritas telah direproduksi di sana dengan rasio 1: 1. Di sana, Anda tidak hanya bisa melihat rumah rakyat kelompok etnis tapi juga mengikuti festival menarik mereka, dengan yang paling khas diperkenalkan sebagai berikut:
Desa Bouyei, adalah dunia batu yang indah dengan perabotan sederhana, seperti meja, kompor, dan baskom semua terbuat dari batu. Orang Dai terutama menghuni Provinsi Yunnan, dimana iklimnya cocok untuk menanam bambu. Anda bisa menyebut desa mereka 'kebun bambu' untuk sebagian besar rumah mereka, seperti balok, ubin, dan atap terbuat dari tanaman hijau ini. Mereka tinggal di rumah panggung yang didukung oleh stok kayu. Tempat tinggal utama berada di lantai dua, dan lantainya diliputi serpihan bambu. Mongol umumnya dikenal sebagai 'suku berkuda' karena kebiasaan hidup mereka yang nomaden. Orang Mongol tinggal di yurt, yang tidak hanya sejuk di musim panas tapi juga hangat di musim dingin, dan mudah dipasang atau dibongkar.
Tidak peduli desa mana yang Anda kunjungi, anak laki-laki dan perempuan akan menyambut kedatangan Anda dengan hangat. Jika Anda datang pada waktu yang tepat, Anda akan dapat bergabung dalam festival unik mereka, seperti Festival Memercikkan Air Dai, Festival Obor Yi, dan Festival Pisau Goreng Lisu.
Langganan:
Postingan (Atom)